• Home
  • About
  • Contact
    • Email
twitter instagram Email

Rumah Kecil

Kamu tahu apa itu Rumah ? Disanalah letak sumber kebahagiaan berasal, dikelilingi pohon-pohon rindang tempat para burung bergunjing, diiringi teriakan hewan ternak dan riuhnya angin yang sedang berhilir mudik. Pintunya terbuka untuk siapapun, termasuk ular yang mampu membunuh tuan rumahnya. Selamat Datang di Rumah Kecil, kamu dapat menemukan hewan,pohon,manusia,sungai,laut dan sebagainya disini :)


Page 365 of 365

Sangat banyak rasanya yang ingin kusampaikan perihal tahun 2019. Tahun yang benar-benar cukup mengoyakkan jiwa & raga. Dimulai Januari hingga Desember semua tidak ada yang terasa ringan. Pukulan demi pukulan benar-benar melelahkan pikiran. Ada saja hal yang membuat pikiran terkuras. Saya tidak bisa menyebut satu-satu karena memang saya tidak ingin menyebutkanya.

Saya rasa, rasa sakit ini harus dikesudahi di penghujung tahun 2019. Rasa trauma, takut, cemas, kecewa dan lain sebagainya yang menumpuk di samudera hati harus segera digaramkan. Saya tidak ingin larut-larut dan membawanya serta ke tahun 2020. Bagiku, 2020 adalah tahun potensial. Banyak rencana yang ingin saya gapai, banyak angan-angan dan resolusi. Dan kekecewaan tahun 2019 tidak boleh mengintervensi Buku 2020ku.

Tapi, jiwa mengatakan rasa syukur yang begitu dalam. Tuhan masih memberikan kesempatan untuk tetap mengarungi samudera kehidupan, mencari ikan-ikan untuk bekal hidup dan membongkar kerang demi membawa pulang berlian. Lika-liku kehidupan 2019 harusnya menjadi sumber hikmah dan pembelajaran. Segala kecacatan di Buku 2019 harusnya menjadi referensi dalam penyusunan Buku 2020. Memang, terlalu sakit jika lembaranya dibuka kembali. Semua lembar menuliskan kisah susah.

Berkaca dari tahun 2019, aku pribadi ingin menegaskan bahwa semua orang boleh berencana dan beresolusi, tetapi ada hal yang lebih penting yakni kita harus sadar dan tahu bahwa dalam menjalani kehidupan, segala bentuk kegagalan & kekecewaan itu pasti terjadi. Hal tersebut mutlak. Kita harus mewajarkan jika rencana yang kita susun ternyata gagal. Lalu selanjutnya adalah bangkit, baik dengan rencana yang sama ataupun rencana yang berbeda. Jangan karena rencana kita gagal di tengah lantas menunggu 2021 untuk memulainya kembali, tetap lanjutkan tetap bangkit. Buku 2020 tidak menjamin akan mengisahkan kisah yang Happy-happy saja, melainkan harus dibumbui dengan yang Saddy-saddy. Bukankah dengan seperti itu, kisahnya akan menarik dan tidak monoton?
Untuk 2019, saya benar-benar mengucapkan terimakasih. Saya ikhlas atas semua kisah.
                                                                                                

2019
By Jufri Susanto

Jika kamu adalah tanah, maka kamu yang tertandus.
Jika kamu adalah air, maka kamu yang terkeruh.
Jika kamu adalah hewan, pasti kamu yang terbuas.
Dan jika kamu tumbuhan, pasti kamu yang paling berduri.

Tidak ada yang menyangka, ini menjadi tahun terberat.
Tahun termenguras.
Tahun mahapetaka.

Hari ini, tepat halaman 365.
Dari buku yang berjudul 2019.
Sudah banyak tinta yang tergores.
Sudah banyak lembar yang tersobek.
Bahkan, bekas air ada dimana-mana.
Rupanya itu ulah sang mata.

Memang episode ini kurang menarik.
Tulisanya terlalu monoton.
Karakternya antagonis.

Tapi, kabarnya Tuhan mengadakan bazar.
Tidakkah ingin membeli Buku 2020?
Untuk diisi tokoh-tokoh protagonis.
Untuk digambar pemandangan eksotis.
Untuk dikisahkan anekdot guna meringis.
Untuk ditulis Syukur atas kesempatan menulis.







Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

(EPS. RUMAH DITA)


Tidak ada niatan memang untuk bertandang ke rumah kawanku yang baik ini. Selepas kelas Ekonomi Pembangunan, kita memutuskan untuk pergi keKulon Progo. Memang grup kami, Perserikatan Bacot-Bacot berisi 10 ekor manusia, tapi kami hanya pergi 6 orang karena yang lain memiliki kesibukan masing-masing (Sok sibuk iuh najis). Beberapa dari kami ada Ary si Buaya Darat paling eksis, nadia , dita , afla dan anita si biang kiper paling jos. Sebenarnya memang kami gabut sekali waktu itu, dan beberapa waktu lalu juga dita memamerkan spot foto sunset, persawahan duniawi dan beberapa foto buah lutis , jadi kami tertarik.



Sesampai disana, kami disuguh mi ayam ( iya bayar sendiri kok -_ ). Ditengah teriknya panas & berontaknya si perut, kami akhirnya memutuskan makan siang di pinggir jalan. Lumayan pemandangan jalanya indah, suara kendaraan berhilir-mudik diiringi sayup angin persawahan. Setelah menghabiskan porsi mi ayam, tiba-tiba afla punya ide “es krim keknya enak”. Saya mengiyakan idenya, lalu kami mencari kang es krim. Ditengah panasnya cuaca saat itu, melihat feezer Aice ice cream terpampang dipinggir jalan mebuat saya spontan berteriak, “Aiceee !!!”   Iya maaf, bikin malu. Terimakasih dita, atas sponsor aice nya. Saya sangat menghargai kebaikanmu mentraktir kami.

Singkat cerita, ternyata disekitar pemukiman ada spot foto instagrammable bernama Gamplong Studio. Sebuah tempat yang berisi bangunan-bangunan dengan tema kolonial atau Belanda. Wah, antusias sekali saya memfoto arsitektur disana. Menurutku mengunjungi Gamplong Studio, membuat kita teringat akan sejarah & perjuangan pahlawan (bacot). Kita disibukan dengan potret memotret. Ada beberapa hal unik, misalnya dari 3 hape yang digunakan untuk foto ( Hape si buaya, biang kiper , dan hape saya sendiri), ternyata hanya ada 4 foto saya -_. Aduh, parah mereka.






Setelah perfotoan duniawi selesai, kami memutuskan kembali ke rumah dita. Sore itu matahari tertutup awan, sehingga sunset terlihat samar. Meski demikian, suasana sore itu menyimbolkan kedamaian. Begitu juga suasana hati kami saat itu.








"Mau lihat kereta ngga?", begitu pertanyaan si dita. Kereta? Tiap hari lihat kali. Ternyata beda guys, melihat kereta disini dengan yang ada diperkotaan. Disini terasa sangat spesial, karena posisi rel kereta berada di tengah persawahan dilengkapi sungai kecil. Ditambah posisi adalah menjelang mahrib, sungguh sangat menyayangkan jika momen itu dimanfaatkan di rumah saja. Akhirnya kami memutuskan melihat kereta. Detik demi detik, ternyata lama juga menunggu kereta. "Pokoknya ngga mau balik, kalo belum ada kereta". Begitulah kata saya. Penantian kami membuahkan hasil, tak lama setelah itu muncul kereta komersi, dan kemudian menyusul pula kereta barang. Ada kejadian unik, kaum hawa mereka berteriak-teriak kepada masinis, ternyata masinis juga merespon simbol saranghae atau apapun itu namanya, intinya simbol love dari korea. Hahaha. Sungguh menyenangkan sekali. B aja si.




Akhirnya sesi matahari telah selesai, kami beranjak pulang kerumah dita dan melanjutkan pulang ke kosan kami.

Terimakasih dita, untuk kesempatan perjalanan yang sangat berkesan ini.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

WHY PORN IS NOT DANGEROUS?
(Mengapa pornografi tidak berbahaya?)
Pornografi? Kenapa tidak. Mengandung hasrat ketika menontonya dan menghasilkan kepuasan tersendiri. Untuk tidak munafik saja, semua orang di sekitar kita bahkan kita sendiri pasti pernah melihat konten pornografi, dan sebagian besar disengaja. Ya mengapa tidak, ini merupakan sesuatu yang wajar dan terjadi secara hormonal. Berbicara dari sudut pandang agama islam, tentu saja melihat hal pornografi adalah dosa karena dianggap melampaui batas, dan tuhan tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Tapi, kita bisa apa? karena itu merupakan siklus biologi yang kita tidak bisa mengelak darinya. Itulah alasan melihat pornografi sebagai hal wajar. Lalu, berbahayakah ?

Semua studi & penelitian mengatakan bahwa menonton video porno adalah sesuatu yang berbahaya. Bolehkah saya menolak anggapan tersebut?. Penelitian mengatakan bahwa menonton video porno mempengaruhi kinerja otak, tapi saya biasa-biasa saja, sama sekali tidak merasa mengurangi kecerdasan. Produktifitas juga biasa-biasa aja tidak naik juga tidak turun. Mungkin karena saya masih menonton dalam batas yang masih wajar, atau tidak sering. Jadi, kalau seseorang masih saja berpendapat, jangan menonton video porno atau menganggap itu hal tabu, hello? Open minded dikit dong. Tubuh kita secara biologis membutuhkan respon terhadap aktifitas hormonal, terutama laki-laki yang biasanya diumur produktif hormon testosteron sangat meningkat drastis. Ya saya paham itu hal berdosa bagi agama islam, tapi jujurlah sedikit pada diri sendiri. Apakah kita juga tidak melakukan perbuatan dosa selain watching porn video? Serius udah berhenti dari ghibah yang dosanya lebih gede? Atau masih bolong sholatnya?. Seimbangkan saja dengan hal-hal baik.

Lalu, bagaimana batas wajar menonton video porno? Tidak ada batas. Kadang keinginan menonton itu datang secara tiba-tiba. Ya, memang begitulah cara kerja hormon. Tapi alangkah baiknya, kita lakukan waktu kita untuk hal-hal positif yang membawa kita ke arah kemajuan. Tapi tidak menutup kemungkinan, hormon kita bekerja terlalu serius sehingga kita tidak mampu menangkal hawa nafsu duniawi. Boleh dong, karena sekali lagi tubuh kita membutuhkan respon biologis. Beberapa pertanyaan muncul, kadang setelah menonton video porno muncul rasa bersalah berlebihan, merasa dosa & sudah dilupakan oleh Allah. Nah, mari kita ulas. Allah sudah menyediakan solusi kok, bukankah ada beberapa amalan yang mampu menghapus dosa-dosa kecil kita ? Contoh, sholat sunnah, shodaqoh, infak dan lain sebagainya. Seimbangkan saja dengan hal-hal baik seperti diatas.

Beberapa kasus perkosaan & pencabulan memang berawal dari video porno. Inilah mereka yang sudah melewati batas wajar. Pornografi sama sekali tidak berbahaya, jika digunakan dalam batas wajar & kita masih mampu mengontrol tindakan-tindakan yang mengarah ke asusila. Silahkan tonton saja, yang penting paham batasanya. Jangan sampai karena video porno membuat kita malas belajar sesuatu, mengurangi ibadah kita, bahkan produktifitas menurun drastis. Nah jika itu terjadi, maka warning bagi kita untuk berhijrah dari video porno.

Sekian untuk seri artikel ini, semoga bermanfaat. Jadilah smart people dimanapun kalian berada.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
SHOULD WE SUPPORT LGBT ?
Isu LGBT menjadi isu sensitif untuk dibahas. Membahas isu ini, berarti harus menyandarkan dasar hukum baik dasar hukum agama maupun undang-undang. Dizaman serba modern ini, kita bahkan mampu mengakses berbagai media sosial yang bermuatan lgbt, dan semakin berkembangnya zaman semakin banyak orang-orang yang akhirnya mengaku bahwa dirinya adalah lgbt. Lalu bagaimana sikap kita untuk menghadapi fenomena sosial tersebut? Haruskah kita mendukung lgbt atas dasar hak asasi manusia?

Sebelum saya menulis artikel ini, saya tentu sudah membaca berbagai penelitian mengenai lgbt. Baik penelitian dalam maupun luar negeri. Lalu menghasilkan suatu kesimpulan, bahwa ketertarikan sesama jenis bukan merupakan gen/bawaan dari lahir. Namun penyebabnya adalah kesalahan dalam proses sosialisasi, terutama agen sosialisasi keluarga, artikel ini tidak ingin mengulas lebih dalam asal-muasal gay & lesbi namun hanya ingin memberikan pandangan dan sesuatu yang sebaiknya kita lakukan.

Sekarang bayangkan, bagaimana jika teman anda sendiri adalah lg (lesbi atau gay), atau guru anda, dokter atau bahkan orang tua anda ( ini sama sekali tidak menutup kemungkinan). Kira-kira apa yang akan kita lakukan? Sanggupkah temen-temen menoleransi? Mari kita ulas lebih dalam.

Gay & Lesbian sangat dilarang dalam agama, karena saya orang islam tentu yang menjadi pembahasan adalah berdasar pada perspektif islam. Sebagai catatan saja, menyukai orang yang sesama jenis mungkin masih bisa ditoleransi oleh Allah, namun jika hal itu sudah berubah menjadi melakukan hubungan sexual sesama jenis itu yang hal yang akan di adzab oleh Allah. Itu namanya tidak beda seperti kaumnya nabi luth, dan kita juga tahu bagaimana adzab menghancurkan mereka. Lalu bagaimana orang muslim yang ternyata adalah gay & lesbi ? Kita dukung. Ya, saya sepenuhnya mendukung. Saya bahkan memiliki teman G/L. Tidak bisa membayangkan bagaimana mereka berjuang, ketika hasrat sexualnya menyimpang & tidak bisa disalurkan dengan cara yang benar & baik. Kita harus mendukung, agar mereka kembali ke fitrahnya dan harus mengingatkan agar tidak terjerumus pada hal-hal yang membawa adzab pada mereka. Kita tetap merangkul sebagaimana kita adalah saudara setuhan. Tidak ada hak untuk menjudge mereka, mereka layak mendapatkan dukungan. Toh juga, andai mereka diberikan opsi, mau pilih lgbt atau normal? Saya yakin mereka akan memilih normal. Penyakit Gay & Lesbi memang bukanlah bawaan dari lahir, namun terjadi secara tidak sadar dan mereka pun tidak tahu mengapa mereka menjadi penyuka sesama jenis (Bersumber dari skripsi mahasiswa salah satu universitas negeri di yogyakarta, 2016 bagian pendahuluan ).

Bagaimana perihal legalitas gay & lesbian? Haruskah Indonesia melegalkan? Saya tegaskan, kita bukan negara liberal seperti Amerika. Kita adalah negara dimana hukum agama menjadi sesuatu yang sangat kental di masyarakat. Tidak bisa serta-merta memasukan pasal yang bertentangan dengan agama. Saya sepenuhnya menolak jika Indonesia melegalkan pernikahan/sex sesama jenis. Apa jadinya nanti? Yang diperlukan saat ini adalah lembaga yang mampu mengobati ataupun menyembuhkan penyakit mereka, bukan melegalkan hal-hal haram tersebut.

Mari kita dukung kaum gay & lesbi agar sembuh ke kodratnya, namun jika mereka sudah terjerumus pada sex bebas sesama jenis , kita hanya bisa berdoa semoga Allah memberikan peringatan dan menerima taubatnya.

Untuk teman-temanku diluar sana, saya ingin bilang semangat. Kalian bisa J
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Tentang Tetangga
Kalau masyarakat adalah sebuah kebutuhan, maka kita tak dapat hidup tanpa kebutuhan. Berbicara masalah masyarakat tentu komponen didalamnya terdapat tetangga. Hidup bertetangga itu tidak semudah yang kita pikirkan, bukan? Apalagi jika kita berbeda pandangan dengan mereka. Sungguh susah menyatukanya. Sebagai misal, saya lahir tahun 1999 dan menjadi orang kedua di desa saya yang mengenyam pendidikan tinggi sampai Universitas. Jadi iklim pandangan saya dengan mereka sangatlah berbeda, mayoritas tetangga saya hanya bersekolah sampai tingkat SD dan semuanya hampir bekerja sebagai petani maupun pedagang. Cara mereka berkomunikasi, topik yang suka mereka bahas, bahkan kegiatan-kegiatanya pun sangat berbeda dengan saya. Misalnya, ketika kami sedang berkumpul disuatu majelis, tetangga-tetanggaku akan bersendau gurau tentang sawah mereka atau kebun kopi mereka, tentu saja saya tidak mengerti apa yang mereka bahas, maka jadilah saya bengong & tidak aktif dalam berinteraksi dengan mereka. Tidak mungkin kan saya ajak mereka membahas drama korea atau serial avengers, tentu saja mereka tidak minat & tidak mengerti. Jadi kesimpulanya kami Millenial sangat kesulitan menjalin interaksi yang baik dengan tetangga-tetangga di pedesaan. Tapi fenomena itu jarang di temukan di daerah perkotaan yang mana mayoritas masyrakatnya sudah madani atau memiliki tingkat sosial yang lebih tinggi. Mereka akan cenderung membahas hal-hal yang bersifat akademik atau perkembangan ilmu pengetahuan/IPTEK, politik, ekonomi, perfilman dan lain sebagainya. Oleh karenanya, saya mungkin lebih cocok untuk daerah perkotaan dari pada perdesaan.

Beberapa waktu lalu saya mencoba dekat dengan tetangga,walaupun jujur saja saya susah disatukan dengan mereka karena alasan perbedaan topik yang diminati. Namun sebagai mahasiswa, bukanya kewajibanya adalah mengabdi kepada masyarakat? Dengan kesadaran ini, saya menerapkan teknik agar dekat dengan tetangga-tetangga saya. Bagiku, menjadi dekat dengan tetangga sangat lah penting dan menjadi modal di masa depan, selain itu posisiku sebagai mahasiswa tentu saja harus memiliki kemampuan interaksi yang memadai. Itu alasanku mau tidak mau aku harus menyukai masyarakat, karena dengan begitu rasanya lebih hidup.

Aku tipe orang yang tidak bisa minum kopi, tapi setiap kali disuguh kopi oleh tetangga saya selalu menghabiskan. Menghargai mereka adalah teknik paling jitu untuk mengambil hati mereka, kemudian suatu saat saya pernah disuguh makan, tapi sejujurnya saya sudah makan dirumah dan posisi masih kenyang, demi menghargai kebaikan mereka akupun makan dengan porsi yang sedikit, lantas aku memujinya makananya enak. Artinya apa, tidak selamanya untuk klop dengan tetangga itu harus memiliki topik minat yang sama. Kadang menghargai, berbuat baik, senyum, tidak menggunjing adalah teknik jitu untuk mengambil hati mereka.

Lalu introvert? Apakah saya introvert ? Ya bisa dibilang. Apakah introvert akan kesusahan mendapatkan tempat di masyarakat? Kadang memang seorang introvert harus berjuang lebih banyak untuk mendapatkan tempat di masyarakat. Bagaimanapun juga kepribadian temen-temen, mau introvert atau extrovert tetap membutuhkan masyarakat. Introvert cenderung pendiam & jarang berbaur dengan masyarakat, ini yang menjadi penyebab introvert susah mendapatkan tempat. Seorang introvert seperti saya harus memaksa untuk membiasakan. Membiasakan berbaur, bersapa ria & gotong royong saya yakin seorang introvert akan mendapatkan tempat & image di masyarakat.

Extrover maupun introvert memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan image di masyarakat. Ambil hati mereka.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Perjalanan Menembus Petir
                                                               
Tak pernah ku sangka sebelumnya saya melakukan perjalanan ini. Perjalanan tergila yang pernah saya lakukan. Ekspektasi yang terlalu tinggi berujung pada realita yang terlalu jurang. Tak pernah sedikitpun saya berfikir mengalami kejadian ini, kejadian biasa yang berakhir pada realita yang luar biasa. Inilah perjalananku,perjalanan satu hari menembus petir.

Bagi sebagian orang,bahkan semua orang mengatakan bahwa travelling adalah hal yang  mengasyikan sampai lupa hal hal yang harus dipersiapkan. Pengalamanku dimulai ketika memasuki kabupaten Magelang. Ketika pedal gas ditarik kencang,kecepatan bertambah secara periodik, jalan yang mulus menambah daya gesek antara aspal dengan roda ban. Seketika itu terdengar suara ledakan dari arah belakang, dugaanku benar. Ban meletus, asa pun putus.

Tak lama kemudian kami mendapati sebuah bengkel milik seorang kakek tua. Kami berdua duduk, disuguh dua buah gelas berisikan sirup marjan rasa melon , setoples kripik bayam dan satu lagi sepiring pisang goreng.  Lantas,kami menyeruput segelas sirup itu,dahaga hilang pikiranpun kembali bugar. Setelah lama seatu jam menambal ban, kakek tua itu mempersilahkan untuk melanjutkan perjalanan. Berhubung ban luar kami juga pecah alias robek kami memutuskan untuk mencari ritel penjualan barang barang otomotif, sekitar 100m dari bengkel kami menemukan dan sekaligus memasangnya ditempat tersebut. Dan mirisnya,kami menghabiskan 170 ribu hanya untuk ganti ban luar dan menambal ban waktu dibengkel sebelumnya. Duit habis tapi perjuangan tidak tipis.




Dan yang membuat kami jengkel ternyata lokasi Borobudur tidak jauh dari tempat meledaknya ban motor kami. Sepanjang perjalanan kami menyesal karena waktu terbuang habis diperjalanan. Kami seharusnya sampai di candi jam 10 tapi karena ban meledak,kami baru masuk candi jam 14.00 kurang lebih. Padahal tujuan destinasi hanya berjarak beberapa kilo meter dari tempat kejadian. Tapi saya baru menyadari ini bagian dari skenario tuhan yang maha luar biasa,dan uniknya saya baru menyadari hal ini waktu perjalanan pulang. Apa itu? Tunggu saja sampai bagian akhir.

Sesampai di komplek borobudur kami memarkir motor di tempat penitipan motor yang bertarif  5000 dilengkapi 4 ruang toilet.  Setelah perihal toilet selesei kami langsung meluncur menuju borobudur. Saya mengusulkan untuk tidak sholat dhuhur karena waktu benar benar mepet, tapi hati kecil mengatakan masa iya engga sholat dhuhur emang berani liburan senang ria tapi melupakan tuhan,rasanya takut dikasih sial sama allah kaya pas berangkat, setelah kami berdua berembug kami memutuskan untuk membeli tiket terlebih dahulu baru habis itu sholat dhuhur. Kami berharap dengan sholat dhuhur ujian diminimalisir oleh Allah. Tapi apa yang terjadi, justru perjalanan pulang lah yang saya rasa lebih besar ngerinya dari pada pas lagi berangkat.



Selepas makan siang kami melanjutkan travel ke destinasi tujuan. Borobudur Temple. Begitulah wisatawan asing menyebutnya. Sebelumnya di ruas jalan saya menyempatkan menawar topi karena cuaca panas sekali pada jam itu, tapi karena masalah size saya tak jadi membelinya. Hanya saudaraku yang membeli kaca mata hitam. Kami memulai hunting foto mulai dari gerbang sampai ke puncak borobudur. Bahkan diloket tiket pun kami mengambil foto wkwkw. Segitu noraknya.  Kesimpulanya si di setiap spot kami mengambil foto, ya gitulah namanya juga traveling, tak afdol kalo tak ambil foto banyak. Disela perjalanan menuju puncak saudaraku memutuskan megganti baju dari kaos menjadi kemeja. Dan anehnya dia ganti baju ditempat umum dibelakang sebuah rumah dinas wisata. Ditempat umum wkwk.. 

Menurut saya cukup lumayan view borobudur karena 7 tahun yang lalu saya pernah mengunjungi hanya saja dulu belum semenarik sekarang. Didepan gerbang sudah banyak taman taman, panggung seni, dan kemajuanya untuk saat ini tidak diperbolehkan membawa makanan satu pun ke dalam kompleks borobudur. Alhasil kami tidak menemukan banyak sampah berserakan.Bagi yang membawa makanan akan disita sebentar dan dikembalikan. Tapi senangnya makanan kami tidak disita karena tidak kelihatan, kami membawa perbekalan minuman dan susu uht. Tidak adil bukan? Tapi kami sadar diri kok, Borobudur merupakan kekayaan budaya Indonesia yang harus kita jaga jadi kami membawa sampahnya turun dan di buang di tempatnya. 





Kami berdua mengagumi keajaiban Candi Borobudur, dahulu kala disaat teknologi jelas belum ada, tidak ada alat konstruktor kok bisa Candi Borobudur berdiri sedemikian rupa, dengan susunan batu yang pas dan rapih. Ada beberapa isu yang membicarakan kalau Borobudur adalah peninggalan nabi Sulaiman. Wallahu A’lam. Temen-temen bisa mencari artikelnya di sumber lain yang dipercaya.




Setelah kami selesai sampai puncak, kami bergegas turun karena senja sudah mulai megintip. Sebenarnya kami berencana melanjutkan ke Jogja, tapi saudaraku tidak setuju karena minimnya budget dan waktu. Akhirnya kami tidak melanjutkan ke Jogja, dan pulang ke Banjarnegara. Inilah cerita pulang terseram yang akan menjadi titik klimaks dalam tulisan ini.





Kami dari Borobudur sekitar jam 4 sore, cahaya senja menyapa dari balik Arupadhatu. Angin semilir dari arah barat menambah daya pikat suasana, riuhan pengunjung dan cahaya flash kamera menjadi hidangan tersendiri di sekeliling Candi. Tangga demi tangga kami turuni satu persatu, sembari menghidupkan kamera untuk memotret langit yang epic dan borobudur yang semakin cantik. Kami tiba diparkiran sekitar pukul 16.15 setelah semua urusan beres, kami menacapkan gas untuk kembali ke rumah. Hampir satu jam perjalanan tidak ada masalah, senja berganti tangisan. Langit mulai menyapa dengan airnya. Ya, hujan deras. Dan kami tidak membawa mantel sama sekali, karena memang posisi musim kemarau sebenarnya. Kami tetap melanjutkan perjalanan, hingga puncaknya di Wonosobo tepatnya di jalan alternatif selomerto. Langit semakin berontak, sesi matahari sudah habis. Langit gelap, gemuruh petir tak ada hentinya berteriak & lampu motor tak mampu menembus tebalnya kabut. Posisi kami saat itu jauh dari perumahan. Setelah menemukan sebuah rumah yang pelataranya lumayan lebar kami berteduh, saat itu pukul 19.00. Di seberang terpampang jelas sebuah sawah, kami bergidik membayangkan ngerinya perjalanan kami tadi. Setelah putus asa karena menunggu hampir satu jam, langit ternyata tak mau berhenti menangis. Kamipun nekad menembus hujan, tapi apalah daya saat itu sangatlah gelap, jalanan licin kami tak kuat menempuh lagi dengan motor. Akhirnya pun kami berteduh kembali di tempat lain hingga pukul 20.15an. Di sepanjang perjalanan kami tak banyak bicara, karena bercampur rasa menyesal,marah,kecewa dan lain sebagainya. Tapi disisi lain kami sangat bersyukur andai saja ban tidak meletus pas berangkat, kemungkinan besar akan meletus pas malam hari. Nggak kebayang kan gimana ngerinya? Setelah gapura raksasa bertuliskan Selamat Datang di Banjarnegara, kami mulai sedikit lega. Setidaknya kami mulai mendekati rumah, walaupun masih membutuhkan setidaknya 1 jam karena rumah kami tergolong di pedesaan yang jauh dari kota. Sebenarnya masih ada satu cerita yang tak kalah menyeramkan, yaitu pada saat kita mau mengembalikan kamera milik teman. Disitu ada cerita horror tapi blog ini konsisten untuk menyajikan tulisan yang tidak terlalu panjang. Jadi, akan kami tulis di lain kesempatan.

Apa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan kita? Beginilah miniatur kecil dari kehidupan. Banyak sekali hambatan dan tekanan, yang diperlukan adalah bertahan dan tetap melangkah.

Kopinya sudah habis? Sekian dan terimakasih .




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

 Halo penghuni Rumah Kecil? Kali ini kita kedatangan tamu seorang Anak Baru Gede. Pernah ngga si temen-temen ingin membeli sesuatu tapi terkendala dana, atau ada dana tapi sudah habis buat kebutuhan primer? Pasti merasa stress & badmood karena wishlistnya tidak terpenuhi. Sebenarnya ada loh beberapa cara untuk tetap fresh dengan pendapatan ABG yang masih sangat minim bahkan di bawah UMR. Sebagai catatan saja, Kali ini tuan rumah Rumah Kecil akan menulis berdasarkan pengalaman penulis ya, sebagai freelancer di start up Adtech.

Sahabat Rumah Kecil pasti lebih tahu bahwa semakin tinggi usia kita, kebutuhan hidup semakin membengkak, tapi jengkelnya pendapatan kita justru tak sebanding dengan kebutuhan. Bahkan banyak kok diluar sana umur masih tergolong muda namun hutang sudah setinggi tower listrik, aduh. Ngomong-ngomong berapa sih pendapatan ABG umumnya, rata-rata mereka yang bekerja memiliki pendapatan sebesar 800 ribu- 1,2 juta. Mungkin ada yang lebih dari itu, namun mayoritas fresh age atau umur segar memiliki gaji sebesar itu. Menurut tuan rumah, itu cukup banyak, mengingat kebutuhan primer sebagian besar kan masih ditanggung orang tua seperti beras atau tempat tinggal. Tapi kok rasanya masih kurang saja ya? Mari petakan lebih lanjut.

Kaum ABG itu berumur kurang lebih 18-21an lah ya, selanjutnya umur 22 sudah memasuki tahap dewasa. Sebagai manusia yang baru mengenal dunia luar saya yakin keinginan kita untuk memiliki atau menikmati sesuatu sangatlah menggebu-nggebu. Seperti fashion,smartphone,shoes, travel dan lain sebagainya. Hal-hal seperti itu sangat familiar di wishlist kaum ABG. Apalagi zaman sekarang adalah era digital, dimana semua orang berlomba-lomba mengunggah foto instagrammabelnya di media sosial. Padahal kita tahu sendiri, untuk satu foto yang menarik saja tak cukup sedikit uang. Didalamnya ada fashion yang branded, kamera , tempat dsb. Sebetulnya disitulah letak permasalahan anak ABG, ketika mereka tidak mampu mengimbangi mana neccesary dan mana wish wish. Banyak kasus anak ABG yang rela meminjam uang demi wish wish bukan demi neccesary atau kebutuhan. Wah, gawat bukan kalau sudah begini? Jadi mumpung temen-temen lagi mampir  di Rumah Kecil, tuan rumah mau ngasih beberapa teknik nih menurut pengalaman penulis.

Penulis juga pernah nih terjebak di situasi lebih mentingin wish wish dari pada neccesary. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah nge-list kebutuhan primer kita yang bakalan di ulang-ulang setiap bulan. Seperti potong rambut, wangi-wangian , paket internet, tabungan, servis motor & uang bensin dan lain sebagainya menurut kondisi masing-masing saja. Bedain ya kebutuhan primer ABG sama orang dewasa. Kebutuhan tersebut sudah seharusnya tidak ditanggung orang tua, kalau kita melatih mandiri sejak dini, hal itu bakalan membiasakan kita untuk bersifat mandiri di saat dewasa. Kalau kebutuhan primer sudah terenpenuhi dan masih ada sisa , boleh lah buat wishlist kita atau traveling ke tempat yang realistis budget. Tapi jika tetap saja semuanya habis buat kebutuhan primer ada teknik sendiri, yaitu pangkas kebutuhan primer yang bener bener bisa dipangkas, misal demi wishlist buat beli sepatu kita bisa memangkas anggaran paket internet kita, atau jangan dulu servis motor atau yang lain, jadi konsepnya itu diputer temen temen. Jadi seimbang antara kebutuhan dan keinginan.

Penulis juga pernah merasakan yang namanya tanggal tua atau akhir bulan, dompet sama sekali tak ada penghuninya. Ini sebenarnya karena imbas tidak bisa mengatur keuangan. Apa sih sebenarnya teknik untuk tetap fresh sepanjang bulan? Bikin Anggaran. Membuat alokasi anggaran menjadi salah satu cara cerdas untuk mengalokasikan uang dengan tepat. Misal, Bambank memiliki gaji 1 juta, nah sebelum uang itu digunakan bambank harus membuat rincian buat uang internet berapa, bensin berapa dalam sebulan, jajan, makan dan lain sebagainya dengan seperti itu bambank bisa ngerti kapan uangnya habis dan untuk apa. Kita sering sekali berfikir begini, perasaan nggak beli apa-apa kok uangnya habis?, nah disitu akibatnya. Jadi ,dengan bikin anggaran kita bisa mengatur gimana sih biar tanggal segini uang belum habis, berapa kira-kira maximal pengeluaran dalam sehari agar di akhir bulan masih ada Rupiah? Begitu maksud penulis.

Nah begitulah kiranya diskusi kali ini, silahkan habiskan kopinya J

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates